[email protected]
UNGGUL, BERKARYA, BERSAMA ILMU
Pengumuman
INFORMASI UNUTARA

Mahasiswa UNUTARA Terima Beasiswa Kadin Malut, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Dunia Usaha

Berita Kampus 08 October 2026 Humas UNUTARA
Mahasiswa UNUTARA Terima Beasiswa Kadin Malut, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Dunia Usaha

Delapan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) menerima beasiswa dari Kadin Maluku Utara di Ruang Senat Unkhair, Ternate, Rabu (7/10/2026). Plt. Rektor UNUTARA, Sunaidin Ode Mulae, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa para penerima berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi dan sebelumnya belum memperoleh bantuan pendidikan lainnya. Dukungan ini membantu keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah berkurangnya kuota KIP Kuliah. Ketua Kadin Malut, Muksin Thalib, menegaskan bahwa beasiswa merupakan investasi sumber daya manusia serta bagian dari penguatan kolaborasi dunia usaha dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

TERNATE — Delapan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) menerima beasiswa dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Maluku Utara. Bantuan tersebut menjadi dukungan bagi keberlanjutan pendidikan mahasiswa sekaligus memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia usaha.

Penyerahan beasiswa berlangsung di Ruang Senat Universitas Khairun (Unkhair), lantai III Gedung Rektorat Kampus II, Ternate, Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang turut diikuti mahasiswa penerima beasiswa dari Unkhair itu dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Unkhair dan Kadin Malut serta Unkhair dan UNUTARA.

Plt. Rektor UNUTARA, Sunaidin Ode Mulae, S.S., M.Hum., mengatakan delapan mahasiswa UNUTARA yang menerima beasiswa tersebut sebelumnya belum memperoleh bantuan pendidikan lainnya. Dukungan Kadin Malut menjadi bantuan berarti bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Memang murni mereka dari keluarga miskin. Rata-rata desil kami 1 sampai 4. Ada juga desil 5 sampai ke atas yang tidak mendapatkan beasiswa,” ungkap Sunaidin.

Ia menjelaskan, kuota Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) di UNUTARA tahun ini turun menjadi sekitar 20 mahasiswa, dari sebelumnya berkisar 50 hingga 70 penerima. Kondisi tersebut membuat masih banyak mahasiswa membutuhkan dukungan pembiayaan agar dapat melanjutkan pendidikan.

“Masih ada sekitar 100 mahasiswa yang belum ada beasiswa untuk angkatan pertama. Ini yang juga kami pikirkan ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Maluku Utara, Muksin Thalib, menegaskan bahwa pemberian beasiswa merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia. Dukungan pendidikan tersebut diharapkan membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.

Muksin berpesan kepada mahasiswa penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan secara bertanggung jawab dengan meningkatkan prestasi akademik, kompetensi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja.

Ia menambahkan, Kadin Maluku Utara akan terus mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui program beasiswa, magang, pelatihan, sertifikasi kompetensi, inkubasi bisnis, hingga membuka peluang penyerapan tenaga kerja.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni Unkhair, H. Jamal H. Arsad, S.H., M.H., turut mengapresiasi perhatian Kadin Malut terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Menurutnya, dukungan dunia usaha semakin dibutuhkan seiring berkurangnya kuota bantuan pendidikan.

Jamal menyampaikan bahwa penerima KIP Kuliah di Unkhair tahun ini tercatat sebanyak 578 mahasiswa, sementara pada tahun-tahun sebelumnya dapat mencapai lebih dari 1.000 mahasiswa.

“Kami berharap ke depan Pak Ketua dan jajaran Kadin memberikan perhatian kepada Unkhair maupun universitas lainnya, terutama dalam hal beasiswa,” katanya.

Menurut Jamal, penguatan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang bagi Maluku Utara yang memiliki kekayaan sumber daya alam, terutama pada sektor pertambangan dan pengolahan mineral.

“Suatu saat sumber daya alam akan habis. Namun, jika sumber daya manusia terus diperkuat, kita tetap bisa survive,” ujarnya.

Melalui dukungan beasiswa dan kerja sama tersebut, perguruan tinggi dan dunia usaha diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mempersiapkan mahasiswa Maluku Utara untuk memasuki dunia kerja dan mengembangkan usaha.

Dipublikasikan melalui portal resmi Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara.
BAGIKANBagikan berita ini