TERNATE — Perpustakaan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) dikonsepkan menjadi Ruang Gagasan Terpadu, yang menghubungkan kegiatan membaca, berdiskusi, dan pengembangan karya. Arah pengembangan tersebut mendapat dukungan melalui bantuan 1.300 buku dan enam unit komputer dari anggota DPD RI, Dr. R. Graal Taliawo, S.Sos., M.Si.
Selain buku dan komputer, Graal turut memberikan karpet, rak buku, serta sarana penunjang lainnya. Bantuan tersebut memperkaya koleksi bacaan dan mendukung penataan perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman bagi mahasiswa serta dosen.
Kepala Perpustakaan UNUTARA, Firman Amir, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. “Kami berterima kasih kepada Dr. Graal Taliawo atas kepeduliannya terhadap pengembangan perpustakaan UNUTARA. Bantuan ini sangat berarti bagi upaya kami membangun Ruang Gagasan Terpadu, tempat sivitas akademika menemukan referensi, mempertemukan pemikiran, dan mengembangkan karya.”
Firman menjelaskan bahwa konsep tersebut menempatkan perpustakaan sebagai ruang yang aktif dalam kehidupan akademik. “Melalui Ruang Gagasan Terpadu, kami ingin menghubungkan kebiasaan membaca dengan kegiatan berdiskusi, menulis, dan meneliti. Mahasiswa dapat datang membawa pertanyaan, menemukan bahan bacaan, lalu mengolahnya menjadi gagasan yang dapat dibagikan dan dikembangkan bersama.”
Ia berharap tambahan koleksi dan fasilitas komputer dapat memperluas pemanfaatan perpustakaan. “Buku menyediakan sumber pengetahuan, sementara komputer membantu mahasiswa mencari informasi dan menyusun karya. Kami berharap fasilitas ini dimanfaatkan secara aktif agar perpustakaan menjadi tempat tumbuhnya kebiasaan belajar dan pertukaran gagasan yang produktif,” ungkap Firman.
Wakil Rektor III UNUTARA, Salim Taib, S.Ag., M.Si., menilai konsep Ruang Gagasan Terpadu dapat memperkuat budaya akademik kampus. “Perpustakaan memiliki peran penting dalam membentuk mahasiswa yang terbiasa membaca, berpikir kritis, dan menyampaikan pendapat berdasarkan sumber yang dapat dipercaya. Konsep ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar bersama dan mengembangkan kemampuan akademiknya.”
Salim turut mengapresiasi kontribusi Graal dalam mendukung pengembangan fasilitas literasi. “Kami menghargai dukungan Dr. Graal Taliawo melalui bantuan buku, komputer, dan sarana lainnya. Kepedulian seperti ini membantu kampus memperluas kesempatan belajar sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pihak-pihak yang mendukung kemajuan pendidikan.”
Ia berharap Ruang Gagasan Terpadu menjadi penggerak kegiatan literasi mahasiswa. “Kami ingin gagasan yang tumbuh di perpustakaan berkembang menjadi tulisan, penelitian, dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan membaca dan berdiskusi secara tekun, mahasiswa dapat memahami persoalan di sekitarnya serta ikut menawarkan solusi bagi kemajuan Maluku Utara,” ujar Salim.



